KPU Goes to Community Bersama Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Tanah Laut
11 Februari 2019, 15:30:28

Sarankan

Sosialisasi bersama Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia di Aula Kementrian Agama Tanah Laut, Sabtu (09/02/2019)
“Pak bagaimana jika pada saat hari pemilihan tanggal 17 April 2019 nanti ada keluarga yang tidak bisa datang ke TPS karena sakit namun tetap ingin menggunakan hak pilihnya?” tanya salah satu peserta sosialisasi dari Organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Tanah Laut yang bertempat di Aula Kementrian Agama Tanah Laut pada hari Sabtu, (09/02/2019).

Dalam hal ini Anggota Komisioner KPU Kabupaten Tanah Laut Divisi Teknis Penyelenggara Muhammad Hanapi, S.Kom memberi penjelasan bahwa jika pada saat hari pemilihan nanti ada keluarga yang sedang sakit dan tidak bisa pergi ke TPS maka petugas KPPS bersama dengan pengawas TPS dan saksi akan mendatangi ke kediaman orang yang sakit tersebut pada saat pukul 12.00-13.00 waktu setempat dan dengan pertimbangan pada saat jam tersebut TPS sudah mulai sepi. Yang terpenting adalah pihak sanak keluarga pemilih yang sakit tersebut menyampaikan informasi ke KPPS bahwa si pemilih yang sakit ingin menggunakan hak pilihnya. Karena bagaimanapun ini merupakan tugas KPU dalam melindungi hak pilih masyarakat. Adapun semisal yang sedang sakit tadi tidak mampu bergerak atau lumpuh total hanya bisa berbicara maka orang terdekat pihak keluarga dapat membantu si pemilih yang sakit tersebut dalam menggunakan hak pilihnya namun tetap sesuai arahan si pemilih yang sakit tadi dan wajib bagi yang mewakili tersebut menandatangani formulir model C3-KPU serta kerahasiaan suara agar tetap dijaga.

Selain itu ada peserta yang berasal dari luar daerah yang sedang tugas belajar di Sekolah Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia di Kabupaten Tanah Laut juga mengajukan pertanyaan seputar hak pilih. Ia menanyakan “Bagaimana jika pada saat hari pemilihan tanggal 17 April 2019 nanti ia tak dapat pulang ke daerah asal, sedangkan usianya sudah memenuhi persyaratan untuk memiliki hak pilih dan untuk pulang mengurus persyaratan pindah memilih atau meminta formulir A5 dari daerah asal sepertinya tidak memungkinkan karena kemungkinan besar para siswa/i tetap berada di lingkungan Madrasah/asrama”. Pertanyaan ini langsung di tanggapi oleh Rudy Pratikno, SE selaku Anggota Komisioner Devisi Perencanaan, Data dan Informasi. Beliau mengatakan bahwa KPU Kabupaten Tanah Laut melalui Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) akan segera menindak lanjuti hal ini. Dengan berencana datang langsung ke Madrasah untuk mendata para siswa/i di sekolah tersebut yang telah memenuhi syarat memiliki hak pilih untuk kemudian di cek di DPT dan apabila terdaftar di DPT maka akan diberikan formulir A5 oleh KPU Kabupaten Tanah Laut agar pada hari pemilihan nanti mereka tidak harus pulang ke alamat yang tertera di E-KTP masing-masing namun dapat langsung datang ke TPS terdekat dilingkungan Madrasah untuk mencoblos dan mendapatkan surat suara yang berhak diterima tuturnya.

Acara ini dimulai sejak pukul 09.00-13.00 WITA, sebanyak 70 peserta yang hadir dan mereka begitu antusias dalam menyimak materi yang diberikan dalam acara ini.